Rabu, 21 Agustus 2013

ccerita lagi

Alkisah terdapat seorangraja yang kaya raya dan senang sekali mengoleksi beraneka hiasan emas. Dikerajaan itu hidup seorang tukang emas yang sangat ahli, kreatif, dan bijakbestari sehingga sang raja menaruh hormat.

Mengetahui tukang emas itusudah semakin lanjut usianya, sang raja datang meminta dibuatkan cincin seindahmungkin sebagai kenangan terakhir.

Singkat cerita, tidak sampaisebulan tukang emas menghadap raja menyerahkan cincin pesanannya. Sang rajasangat gembira dan memuji cincinnya yang sangat indah. Namun, ketika tukangemas hendak pamit, sang raja mengajukan satu permintaan: tolong tuliskan dicincin ini kalimat yang bisa mengingatkan pengalaman hidupmu yang membuatdirimu dihormati di istana ini.

Tukang emas merenungsepanjang jalan. Berhari-hari, berminggu-minggu dia belum menemukan kalimatitu. Dia merasa jauh lebih sulit menemukan kata-kata yang diminta rajaketimbang membuat cincinnya.

Setelah banyak merenung,mengamati kehidupan masyarakat di sekitarnya, dan menerawang ayat-ayat semesta,akhirnya dia tahu apa yang harus dituliskan di cincin. Bunyinya: This too shall pass. Ini pun akan berlalu. Orang Arabmengatakan, Kulluhu maashy. Dalambahasa Ibrani: Gam zeh yaavor. Dalamfrasa Turki: Bu da gecer. OrangYunani kuno: Panta rei. Al Quranmenyebutkan: Kullu man ‘alaiha faan.Tak ada apa pun dan siapa pun yang abadi. Semua akan berlalu dan berpisah darikita.

Meski tidak begitu paham apamaksud tulisan itu, raja tetap mengenakan cincin itu di jari manisnya.Aktivitas raja berlangsung seperti biasa, sampai suatu saat raja menghadapiproblem serius di lingkungan istana yang membuatnya tercenung sedih. Ketikamatanya tidak sengaja menatap tulisan di cincin itu, tiba-tiba sang raja pahamartinya. Hatinya menjadi tenang. Kesedihan dan kemarahannya turun. ”Masalah inipasti akan berlalu,” gumamnya.

Di lain kesempatan, rajamenghadiri pesta yang ingar-bingar. Berbagai kenikmatan hidup terhidang dan iaberpesta ria bersama keluarga dan para tamunya. Tiba-tiba seorang temantertarik dan memuji keindahan cincinnya. Mata sang raja menatap cincin dan,lagi-lagi, terbaca: This too shall pass.”Pesta kegembiraan ini pun tak lama lagiberlalu,” gumamnya.

Tak ada yang abadi. Panta rei. Semua mengalir bagaikan arussungai. Demikianlah gara-gara sebaris kalimat yang terukir di cincin itusuasana hati, pikiran, dan sikap raja jadi berubah.

Dia memahami dan berterimakasih pada tukang emas istana yang hidupnya terlihat tenang, bahagia, dandihormati banyak orang. Sang raja sadar karena tukang emas itu selalu beradadalam keseimbangan, ia mampu mengendalikan emosi dan pikiran baik di kala sukamaupun duka. Selalu meyakini bahwa suka dan duka adalah satu paket dalamkehidupan yang mesti disikapi dengan bijak dan tenang.

Sadar bahwa hidup tidakabadi, jabatan raja pun tak lama akan berlalu, maka dia berubah total menjadiraja yang adil, pemurah, dan penolong. ”Sebelum jatah umur ini pun berlalu,”kata raja pada dirinya, ”Saya mesti meninggalkan warisan buat rakyatku yangmembuat aku akan dikenang sebagai raja yang baik dan selalu melayani danmembela rakyat dari impitan kebodohan, kemiskinan dan ancaman kerajaan lain.Apa yang aku miliki adalah apa yang aku berikan kepada rakyatku. Apa yang akanaku bawa mati adalah apa yang aku wariskan buat rakyatku.”

Waktu Berjalan

Sebagaimana sang raja, sayapun dibuat tercenung dengan kalimat pendek di atas; This too shall pass. Tanpa disadari waktu senantiasa berjalan.Semenit yang lalu sudah teramat jauh dan tidak bisa diputar kembali. ”Kakimutidak akan bisa menginjak air yang sama di sebuah sungai,” kata Heraklitos.

Pantarei.Semuanya mengalir. Wal’ashri. Demi masa, Al Quran memperingatkan.Sungguh manusia dibuntuti bayang-bayang kerugian jika tidak mampu mengisiusianya dengan iman dan amal kebajikan yang keduanya akan menjadi sayappengantar perjalanan manusia untuk melanjutkan drama hidupnya setelah kematian.

Bagi para pejabat negararasanya perlu direnungkan dan dicerna dalam-dalam kalimat pendek di atas: ini pun akan berlalu. Jangan karena usiajabatan sangat pendek dan pasti berlalu kemudian bersikap mumpungisme dengankorupsi sesuka hati. Usia sebuah jabatan itu sangat pendek, sebuah peluang emasuntuk membantu dan melayani sebanyak mungkin masyarakat.

Apakah yang akan kuwariskandengan jabatan sesingkat ini? Kenangan dan penilaian apa yang tertanam di hatirakyat ketika aku purnatugas? Panta rei.
Yang jauh itu waktu yangtelah berlalu. Yang besar itu nafsu. Yang berat itu amanah. Yang ringan ituingkar janji. Yang abadi itu amal kebajikan. Yang paling pasti itu kematian. ●

Tidak ada komentar:

Posting Komentar