Alkisah terdapat
seorangraja yang kaya raya dan senang sekali mengoleksi beraneka hiasan
emas. Dikerajaan itu hidup seorang tukang emas yang sangat ahli,
kreatif, dan bijakbestari sehingga sang raja menaruh hormat.
Mengetahui
tukang emas itusudah semakin lanjut usianya, sang raja datang meminta
dibuatkan cincin seindahmungkin sebagai kenangan terakhir.
Singkat
cerita, tidak sampaisebulan tukang emas menghadap raja menyerahkan
cincin pesanannya. Sang rajasangat gembira dan memuji cincinnya yang
sangat indah. Namun, ketika tukangemas hendak pamit, sang raja
mengajukan satu permintaan: tolong tuliskan dicincin ini kalimat yang
bisa mengingatkan pengalaman hidupmu yang membuatdirimu dihormati di
istana ini.
Tukang emas merenungsepanjang
jalan. Berhari-hari, berminggu-minggu dia belum menemukan kalimatitu.
Dia merasa jauh lebih sulit menemukan kata-kata yang diminta
rajaketimbang membuat cincinnya.
Setelah
banyak merenung,mengamati kehidupan masyarakat di sekitarnya, dan
menerawang ayat-ayat semesta,akhirnya dia tahu apa yang harus dituliskan
di cincin. Bunyinya: This too shall pass. Ini pun akan berlalu. Orang Arabmengatakan, Kulluhu maashy. Dalambahasa Ibrani: Gam zeh yaavor. Dalamfrasa Turki: Bu da gecer. OrangYunani kuno: Panta rei. Al Quranmenyebutkan: Kullu man ‘alaiha faan.Tak ada apa pun dan siapa pun yang abadi. Semua akan berlalu dan berpisah darikita.
Meski
tidak begitu paham apamaksud tulisan itu, raja tetap mengenakan cincin
itu di jari manisnya.Aktivitas raja berlangsung seperti biasa, sampai
suatu saat raja menghadapiproblem serius di lingkungan istana yang
membuatnya tercenung sedih. Ketikamatanya tidak sengaja menatap tulisan
di cincin itu, tiba-tiba sang raja pahamartinya. Hatinya menjadi tenang.
Kesedihan dan kemarahannya turun. ”Masalah inipasti akan berlalu,”
gumamnya.
Di lain kesempatan,
rajamenghadiri pesta yang ingar-bingar. Berbagai kenikmatan hidup
terhidang dan iaberpesta ria bersama keluarga dan para tamunya.
Tiba-tiba seorang temantertarik dan memuji keindahan cincinnya. Mata
sang raja menatap cincin dan,lagi-lagi, terbaca: This too shall pass.”Pesta kegembiraan ini pun tak lama lagiberlalu,” gumamnya.
Tak ada yang abadi. Panta rei.
Semua mengalir bagaikan arussungai. Demikianlah gara-gara sebaris
kalimat yang terukir di cincin itusuasana hati, pikiran, dan sikap raja
jadi berubah.
Dia memahami dan
berterimakasih pada tukang emas istana yang hidupnya terlihat tenang,
bahagia, dandihormati banyak orang. Sang raja sadar karena tukang emas
itu selalu beradadalam keseimbangan, ia mampu mengendalikan emosi dan
pikiran baik di kala sukamaupun duka. Selalu meyakini bahwa suka dan
duka adalah satu paket dalamkehidupan yang mesti disikapi dengan bijak
dan tenang.
Sadar bahwa hidup tidakabadi,
jabatan raja pun tak lama akan berlalu, maka dia berubah total
menjadiraja yang adil, pemurah, dan penolong. ”Sebelum jatah umur ini
pun berlalu,”kata raja pada dirinya, ”Saya mesti meninggalkan warisan
buat rakyatku yangmembuat aku akan dikenang sebagai raja yang baik dan
selalu melayani danmembela rakyat dari impitan kebodohan, kemiskinan dan
ancaman kerajaan lain.Apa yang aku miliki adalah apa yang aku berikan
kepada rakyatku. Apa yang akanaku bawa mati adalah apa yang aku wariskan
buat rakyatku.”
Waktu Berjalan
Sebagaimana sang raja, sayapun dibuat tercenung dengan kalimat pendek di atas; This too shall pass.
Tanpa disadari waktu senantiasa berjalan.Semenit yang lalu sudah
teramat jauh dan tidak bisa diputar kembali. ”Kakimutidak akan bisa
menginjak air yang sama di sebuah sungai,” kata Heraklitos.
Pantarei.Semuanya mengalir. Wal’ashri. Demi
masa, Al Quran memperingatkan.Sungguh manusia dibuntuti bayang-bayang
kerugian jika tidak mampu mengisiusianya dengan iman dan amal kebajikan
yang keduanya akan menjadi sayappengantar perjalanan manusia untuk
melanjutkan drama hidupnya setelah kematian.
Bagi para pejabat negararasanya perlu direnungkan dan dicerna dalam-dalam kalimat pendek di atas: ini pun akan berlalu.
Jangan karena usiajabatan sangat pendek dan pasti berlalu kemudian
bersikap mumpungisme dengankorupsi sesuka hati. Usia sebuah jabatan itu
sangat pendek, sebuah peluang emasuntuk membantu dan melayani sebanyak
mungkin masyarakat.
Apakah yang
akan kuwariskandengan jabatan sesingkat ini? Kenangan dan penilaian apa
yang tertanam di hatirakyat ketika aku purnatugas? Panta rei.
Yang
jauh itu waktu yangtelah berlalu. Yang besar itu nafsu. Yang berat itu
amanah. Yang ringan ituingkar janji. Yang abadi itu amal kebajikan. Yang
paling pasti itu kematian. ●
Tidak ada komentar:
Posting Komentar