Selasa, 12 November 2013

Minggu, 08 September 2013

kisah ABDURRAHMAN bin AUF

Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama beliau masih hidup.

Pada masa Jahiliyah, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. Ia memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. Ia mendapatkan hidayah dari Allah dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq memeluk Islam.

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.

Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat diizinkan Allah hijrah ke Madinah, Abdurrahman menjadi pelopor kaum Muslimin. Di kota yang dulu bernama Yatsrib ini, Rasulullah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin dan Anshar. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari.

Sa'ad termasuk orang kaya diantara penduduk Madinah, ia berniat membantu saudaranya dengan sepenuh hati, namun Abdurrahman menolak. Ia hanya berkata, "Tunjukkanlah padaku di mana letak pasar di kota ini!"

Sa'ad kemudian menunjukkan padanya di mana letak pasar. Maka mulailah Abdurrahman berniaga di sana. Belum lama menjalankan bisnisnya, ia berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk mahar nikah. Ia pun mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya ingin menikah, ya Rasulullah," katanya.

"Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?" tanya Rasul SAW.

"Emas seberat biji kurma," jawabnya.

Rasulullah bersabda, "Laksanakanlah walimah (kenduri), walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu."

Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya sampai ia dijuluki 'Sahabat Bertangan Emas'.

Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka'ab At-Taimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah
emas.

Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al-Khathab berbisik kepada Rasulullah, "Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya."

Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman, "Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?"

"Ya," jawabnya. "Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan."

"Berapa?" tanya Rasulullah.

"Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah."

Pasukan Muslimin berangkat ke Tabuk. Dalam kesempatan inilah Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang. Maka Abdurrahman bin Auf yang menjadi imam shalat berjamaah. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu shalat di belakangnya dan mengikuti sebagai makmum. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad SAW.

Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian.

Suatu ketika Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, "Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?"

"Abdurrahman bin Auf," jawab si petugas.

Aisyah berkata, "Rasulullah pernah bersabda, 'Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar."

Begitulah, doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa.

Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa'ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, "Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu." Amin

Minggu, 01 September 2013

keutamaan bagi para PENGHAFAL QUR'AN



Apakah keutamaan hafal Al-Quran? Mungkin inilah pertanyaan segelintir orang yang heran dengan mereka yang menghabiskan waktunya untuk menghafal AlQuran Disini saya akan mengupas apa saja keutamaan menghafal Al-Quran dan mengapa saya lebih baik menunda kuliah karena masih banyak tunggakan hafalan yang belum dihafal dan dipelajari. Berikut keutamaan menghafal Al-Quran:
  1. Ridho Allah
  2. Akan menjadi penolong (syafaat) bagi penghafalnya
  3. Benteng dan perisai hidup
  4. Pedoman dalam menjalankan kehidupan
  5. Nikmat mampu menghafal AlQuran sama dengan nikmat kenabian
  6. Kebaikan dan berkah bagi penghafalnya
  7. Rasulullah sering mengutamakan yang hafalannya lebih banyak (Mendapat tasyrif nabawi)
  8. Para ahli Quran adalah keluarga Allah yang berjalan di atas bumi
  9. Dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat yang cahayanya seperti cahaya matahari
  10. Kedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya
  11. Kedudukannya di akhir ayat yang dia baca
  12. Tiap satu huruf adalah satu hasanah hingga 10 hasanah
  13. Allah membolehkan rasa iri terhadap ahlul Quran
  14. Menjadi sebaik-baik manusia
  15. Kenikmatan yang tiada bandingannya
  16. Ditempatkan di syurga yang tertinggi
  17. Akan menjadi orang yang arif di syurga kelak
  18. Menjadi pengingat akan kebesaran Allah
  19. Menghormati penghafal Quran berarti mengagungkan Allah
  20. Hati penghafal Quran tidak akan disiksa
  21. Lebih berhak menjadi imam sholat
  22. Dapat memberikan syafaat pada keluarganya
  23. Bekalan yang paling baik
  24. Menjadikan baginya kedudukan di hati manusia dan kemuliaan
  25. Ucapan pemiliknya selamat dan lancar berbicara
  26. Ciri orang yang diberi ilmu
  27. Membantu daya ingat
  28. Penghafal Quran tidak pernah terkena penyakit pikun
  29. Mencerdaskan dan meningkatkan IQ
  30. Menambah keimanan
  31. Mengetahui ilmu agama dan ilmu dunia
  32. Menjadi hujjah dalam ghazwul fikri saat ini
  33. Menjadi kemudahan dalam setiap urusan
  34. Menjadi motivator tersendiri
  35. Pikiran yang jernih
  36. Ketenangan dan stabilitas psikologis
  37. Lebih diterima bicara di depan publik
  38. Menerima kepercayaan orang lain
  39. Penghafal Quran akan selalu mendapat keuntungan dagangan dan tidak pernah rugi
  40. Menyehatkan jasmani (seperti yang diteliti oleh Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh,
Kumpulan Dalil tentang Keutamaan Menghafal AlQuran
“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)
“Orang-orang yang tidak punya hafalan Al-Quran sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mu runtuh.”  (HR Tirmidzi)
“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat" (HR. Bukhari)
"Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur’an, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)
"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat." (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi." (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)
"Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)
"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)
"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)
"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)
Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)."" (HR. Muslim)
Dari Abdillah bin Amr bin ’Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun alaih)
Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)
Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an." (HR. Al-Hakim)
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. At-Turmudzi)
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Faathir 35:29-30)
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS. al-Qamar:17

syeikh 'ABDURRAHMAN SUDAIS (kisah)


Di antara kita paling sering mendengar murothal atau tilawah quran dari Syaikh ‘Abdurrahman Sudais hafizhohullah. Beliau adalah salah satu imam dan khotib Masjidil Haram, Makkah Al Mukarromah. Lihatlah suaranya begitu merdu dan lantunan qur’annya begitu syahdu. Beliau tidak hanya hafizh quran, namun beliau juga menjadi spesialis ilmu fiqih. Bagaimana cita-cita beliau di masa kecil? Berikut ceritanya. Ketika Syaikh Sudais dalam usia anak-anak, ibunya selalu mengatakan padanya, “Wahai ‘Abdurrahman, hafalkanlah qur’an. Insya Allah engkau akan menjadi imam masjidil Harom.” Demikian dorongan motivasi dari ibunya agar Syaikh Sudais kecil bisa termotivasi menghafalkan qur’an.
Lalu setiap kali Syaikh Sudais kecil datang ke Masjidil Harom, ia melihat lebih dekat bagaimanakah tingkah laku imam di sana. Kemudian di pikirannya terbayang, apakah mungkin dia akan seperti itu (menjadi imam Masjidil Harom) dari hari ke hari?
Kemudian pikiran Syaikh Sudais kecil akhirnya terpancing. Dorongan dari ibunya tadi benar-benar memotivasinya. Lalu ia terbayang lagi dalam pikirannya, “Mungkinkah saya bisa menghafalkan qur’an tanpa ada yang keliru? Mungkinkah saya bisa melantunkan al qur’an tanpa membuat kesalahan?”
Akhirnya dengan karunia Allah, kita dapat lihat sendiri bagaimanakah bacaan beliau ketika memimpin shalat di Masjidil Harom. Lihatlah pula ketika beliau membaca ayat, hafalan beliau begitu kuat, tidak kita temukan cacat di sana-sini. Inilah fadhlullah, karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.
***
Pelajaran dari kisah beliau di atas adalah:
1.       Dorongan motivasi dari orang tua sangat mendorong sekali seorang anak bisa menjadi sholeh dan bisa menjadi penghafal qur’an.
2.       Menghafalkan qur’an di masa kecil seperti seseorang begitu mudah mengukir di batu. Namun tidak ada kata terlambat untuk menghafal qur’an. Ada beberapa kisah nyata yang menunjukkan bahwa ada orang tua yang sudah berumur kepala lima (55 tahun) menghafalkan qur’an. Ada yang berumur 60 tahun juga menjadi hafizh qur’an. Itulah karunia Allah.
3.       Untuk menghafalkan qur’an haruslah seseorang diberi motivasi bahwa Al Qur’an itu mudah untuk dihafal. Motivasi semacam ini akan membuat anak kecil atau yang lainnya semakin terdorong untuk menghafalkan qur’an, berbeda jika diberi motivasi sebaliknya.
Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).
Moga dengan taufik dan kemudahan dari Allah kita dapat menjadi bagian dari orang-orang yang menjadi hafizh qur’an secara sempurna. Jika kita selaku orang tua, jangan lupa memotivasi anak-anak kita untuk menghafalkan qur’an, karena itu akan meninggikan derajat anak kita di dunia dan akhirat, orang tua pun akan tertular kebaikannya. Jangan lupa iringi dengan do’a.
Wallahu waliyyut taufiq

Kamis, 29 Agustus 2013

candaan suami istri

Bismillahirrahmanirrahim
Indahnya Canda Suami Istri,,
Abi : "Mi,, Hmm.. maaf yaaa..
belakangan ini tangan abi agak
kasar."
Ummi : "Ahh.. gpp koq bi.. emangnya
kenapa?"
Abi : "Soalnya tiap hari abi jadi kuli."
Ummi : "Yang bener bi.. di manaaa?"
Abi : "Di hati ummi.. Abi sedang
buatin istana cinta buat kita
berdua.." [hahahaha ampuuuuuun]
Abi : "Ummi.. ayah kamu astronout
yaaa..?"
Ummi : "Nggak kooqq."
Abi : "Kalo gitu pasti kakek kamu."
Ummi : "Nggak jugaaa."
Abi : "Trus yang astronout siapa?"
Ummi : "Nggak adaaa."
Abi : "Tapi koq ada berjuta-juta
bintang di mata kamuuu.."
[assyeeek...]
Ummi : "Abi sayyaaang... kamu capek
ya..?"
Abi : "Haaahhh, koq ummi tau..?"
Ummi : "Soalnya Abi berlari-lari terus
di pikiran ummi.."
[priiikitiuwwwwwww]
Abi : "Kenapa kita cuma bisa ngeliat
pelangi setengah doang?"
Ummi : "Ga tau.. emang kenapa bi..?"
Abi : "Soalnya setengahnya ada di
mata ummi." [yipi ye yipi yow]
Ummi : "Boleh pinjem flashdisknya
Abi?"
Abi : "Boleh, mau buat apa mi?"
Ummi : "Buat transfer hati umi ke
hati abi.." [wkwkwkwkwkwk]
Abi : "Pamit dulu mi..!" [nyelonong
ajja... ;-)]
Ummi : "Lho, bi... mau kemana..?"
Abi : "Cari ummi lagi.."
Ummi : "Koq..?!" ¿¿
Abi : "Lha.. satu aja bahagianya
begini.. apalagi dua..."
Ummi : "Abiiiiii......?!?! ¿¿¿"
Hikz..Hikz.. Senyum selalu dalam
segala keadaan.....hahahhha

MENGAPA ISLAM MELARANG KAUM PRIA MEMAKAI EMAS?


Inilah tinjauan ilmiah atau analisa medisnya. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan, yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas (diikenal dengan sebutan "Migrasi Emas")

Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas? Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.

Wow!

ILMU NAHWU DAN SHOROF

ilmu nahwu dan saraf 

Ilmu Nahwu / Sharaf : Alfiyah Bait 8-9. Pengertian Kalam, Kalim, Qaul dan Kalimat
Agustus 9, 2010
الْكَلاَمُ وَمَا يَتَألَّفُ مِنْهُ

Bab Kalam dan Sesuatu yang Kalam tersusun darinya
كَلاَمُــنَا لَفْــظٌ مُفِيْدٌ كَاسْــتَقِمْ ¤ وَاسْمٌ وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمْ

Kalam (menurut) kami (Ulama Nahwu) adalah lafadz yang memberi pengertian. Seperti lafadz “Istaqim!”. Isim, Fi’il dan Huruf adalah (tiga personil) dinamakan Kalim.
وَاحِدُهُ كَلِمَةٌ وَالْقَوْلُ عَمْ ¤ وَكَلْمَةٌ بِهَا كَلاَمٌ قَدْ يُؤمْ

Tiap satu dari (personil Kalim) dinamakan Kalimat. Adapun Qaul adalah umum. Dan dengan menyebut Kalimat terkadang dimaksudkan adalah Kalam.
KALAM

Definisi Kalam menurut Istilah Ulama Nahwu adalah Sebutan untuk Lafadz yang memberi pengertian satu faedah yaitu baiknya diam. Sehingga yang berkata dan yang mendengar mengerti tanpa timbul keiskalan.

* Lafadz adalah nama jenis yang mencakup Kalam, Kalim, atau Kalimat, termasuk yang Muhmal (tidak biasa dipakai) ataupun yang Musta’mal (biasa dipakai) contoh perkataan Muhmal: دَيْزٌ Daizun, tidak mempunyai arti. Contoh perkataan Musta’mal عَمْرٌو ‘Amrun, ‘Amr nama orang.
* Mufid (yang memberi pengertian) untuk mengeluarkan Lafdz yang Muhmal, atau hanya satu Kalimat, atau Kalim yang tersusun dari tiga kalimat atau lebih tapi tidak memberi pengertian faedah baiknya diam, seperti Lafadz: اِنْ قَامَ زَيْدٌ Apabila Zaid berdiri.

Susunan Kalam pada dasarnya Cuma ada dua: 1. ISIM + ISIM, 2. FI’IL + ISIM. Contoh pertama: زيد قائم Zaid orang yg berdiri. Contoh kedua قام زيد Zaid telah berdiri. Sebagaimana contoh Kalam yang disebutkan oleh Mushannif pada baris baitnya, yaitu lafadz استقم ISTAQIM! Artinya: berdirilah! Pada lafadz ini terdiri dari Fiil ‘Amar dan Isim Fa’il berupa Dhomir Mustatir (kata ganti yang disimpan) FI’IL + ISIM takdirnya adalah استقم أنت ISTAQIM ANTA, artinya: berdirilah kamu! maka contoh ini memenuhi criteria untuk disebut Kalam yaitu lafadz yang memberi pengertian suatu faidah. Sepertinya Mushannif mendefinisikan kalam pada bait syairnya sebagai berikut: Kalam adalah Lafadz yang memberi pengertian suatu faidah seperti faidahnya lafadz استقم.
KALIM

Adalah nama jenis yang setiap satu bagiannya disebut kalimat, yaitu: Isim, Fi’il dan Huruf. Jika Kalimat itu menunjukkan suatu arti pada dirinya sendiri tanpa terikat waktu, maka Kalimat tsb dinamakan KALIMAT ISIM. Jika Kalimat itu menunjukkan suatu arti pada dirinya sendiri dengan menyertai waktu, maka Kalimat tsb dinamakan KALIMAT FIIL. Jika Kalimat itu tidak menunjukkan suatu arti pada dirinya sendiri, melainkan kepada yang lainnya, maka Kalimat tsb dinamakan KALIMAT HURUF. Walhasil Kalim dalam Ilmu Nahwu adalah susunan dari tiga kalimat tsb atau lebih, baik berfaidah ataupun tidak misal: إن قام زيد jika Zaid telah berdiri.
KALIMAT

Adalah lafadz yang mempunyai satu makna yang biasa dipakai. Keluar dari definisi Kalimat adalah lafadz yang tidak biasa dipakai semisal دَيْزٌ Daizun. Juga keluar dari definisi Kalimat yaitu lafadz yang biasa dipakai tapi tidak menunjukkan satu makna, semisal Kalam.
QAUL

Adalah mengumumi semua, maksudnya termasuk Qaul adalah Kalam, Kalim juga Kalimat. Ada sebagian ulama yang memberi dalih, bahwa asal mula pemakaian Qaul untuk Lafadz yang mufrad.

Selanjutnya Mushannif menerangkan bahwa menyebut Kalimat terkadang yang dimaksudkan adalah kalam. Seperti lafadz لا إله إلا الله Orang Arab menyebut Kalimat Ikhlash atau Kalimat Tahlil.

Sebutan Kalam dan Kalim, terkadang keduanya singkron saling mencocoki satu sama lain, dan terkadang tidak. Contoh yang mencocoki keduanya: قد قام زيد Zaid benar-benar telah berdiri. contoh tersebut dinamakan Kalam karena memberi pengertian, mempunyai faidah baiknya diam. Dan juga dinamakan Kalim karena tersusun dari ketiga personil Kalimat. Contoh hanya disebut Kalim: إن قام زيد Apabila Zaid berdiri. Dan contoh hanya disebut Kalam: زيد قائم Zaid orang yang berdiri

AMAZING

Pernahkah kalian menghitung angka dari kata "INDONESIA", mari kita hitung menurut urutan di abjad:

I = 9
N = 14
D = 4
O = 15
N = 14
E = 5
S = 19
I = 9
A = 1

Dari semua angka, yang muncul hanya angka "1 9 4 5", apakah ini hanya kebetulan?

Nah sekarang kita coba lagi, kita jumlahkan semua angka dari kata "INDONESIA" yang telah kita urutkan tadi.

INDONESIA
9 14 4 15 14 5 19 9 1= 90

Di dalam Al Qur'an, surat ke 90 adalah surat Al-Balad yang artinya "NEGERI".

Apa ini hanya kebetulan saja? Atau mungkin ini karunia yang luar biasa dari Allah S.W.T?

Senin, 26 Agustus 2013

west life

"My Love"

An empty street, an empty house
A hole inside my heart
I'm all alone, the rooms are getting smaller.
I wonder how, I wonder why, I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together.(oh yeah)

And all my love, I'm holding on forever
Reaching for the love that seems so far

[Chorus:]
So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue, to see you once again... my love.
All the seas from coast to coast
To find the place I Love The Most
Where the fields are green, to see you once again... my love.

I try to read, I go to work
I'm laughing with my friends
But I can't stop to keep myself from thinking. (oh no)
I wonder how, I wonder why, I wonder where they are
The days we had, the songs we sang together.(oh yeah)

And all my love, I'm holding on forever
Reaching for the love that seems so far

So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue, to see you once again... my love.
All the seas from coast to coast
To find the place I Love The Most
Where the fields are green, to see you once again...

To hold you in my arms
To promise you my love
To tell you from the heart
You're all I'm thinking of

Reaching for the love that seems so far

So I say a little prayer
And hope my dreams will take its there
Where the skies are blue, to see you once again... my love.
All the seas from coast to coast
To find the place I Love The Most
Where the fields are green, to see you once again... my love.

Say it in a prayer (my sweet love)
Dreams will take it there
Where the skies are blue (woah yeah), to see you once again my love. (oh my love)
All the seas from coast to coast
To find the place I Love The Most
Where the fields are green, to see you once again.... My Love

tanpa judul



Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong...
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang...
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku...
Engkau sungguh membuatku tak mengerti...
Rasanya hatiku jadi tak menentu...
Untukku kau sangat berharga...
Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu..

weww

Pohon pisang daunnya layu
bisa dijadikan pupuk disawah
saat abang bilang i lap yu
ku cuma bisa bilang, cius miapah
****************************

Pergi ke hutan mencari jerapah
Jangan lupa bawa palu
sekali lagi lu bilang cius miapah
gue tabok pala lu
****************************

Ke bali bertemu bayu
Sekalian membeli pernak-pernik
Kalau kamu pintar merayu
Rayulah cewe cantik
****************************

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang
****************************

Buat apa panen kelapa
Kalau belum tumbuh tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor saja belum lunas
****************************

Pergi ke pasar naik onta
Membeli anting intan permata
Gak peduli situ udah tua
Yang penting saling mencinta
****************************

Anak ayam turun ke bumi,
induk ayam naik kelangit.
Anak ayam nyari kelangit,
induk ayam nyungsep ke bumi.
****************************

Muter-muter cari jodoh,
sudah berkumis kepala petak.
Binatang apa paling bodoh,
kalu bukan kebu geger otak.
****************************

Lagi males bikin ketupat,
mending main bola sodok.
Nenek yang pandai melompat,
pasti itu nenek kodok.

wek



Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong...
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang...
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku...
Engkau sungguh membuatku tak mengerti...
Rasanya hatiku jadi tak menentu...
Untukku kau sangat berharga...
Lihatlah diriku ini yang berjuang untuk cintamu..

belega' romantis

Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
Sama seperti melihat keindahan wajahnya.

Sungguh kuat dia menghadapi ini semua. . .
Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.
Merasakan penderitaannya sendirian.
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap,
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti.....
Berada di atas awan.

Rabu, 21 Agustus 2013

ccerita lagi

Alkisah terdapat seorangraja yang kaya raya dan senang sekali mengoleksi beraneka hiasan emas. Dikerajaan itu hidup seorang tukang emas yang sangat ahli, kreatif, dan bijakbestari sehingga sang raja menaruh hormat.

Mengetahui tukang emas itusudah semakin lanjut usianya, sang raja datang meminta dibuatkan cincin seindahmungkin sebagai kenangan terakhir.

Singkat cerita, tidak sampaisebulan tukang emas menghadap raja menyerahkan cincin pesanannya. Sang rajasangat gembira dan memuji cincinnya yang sangat indah. Namun, ketika tukangemas hendak pamit, sang raja mengajukan satu permintaan: tolong tuliskan dicincin ini kalimat yang bisa mengingatkan pengalaman hidupmu yang membuatdirimu dihormati di istana ini.

Tukang emas merenungsepanjang jalan. Berhari-hari, berminggu-minggu dia belum menemukan kalimatitu. Dia merasa jauh lebih sulit menemukan kata-kata yang diminta rajaketimbang membuat cincinnya.

Setelah banyak merenung,mengamati kehidupan masyarakat di sekitarnya, dan menerawang ayat-ayat semesta,akhirnya dia tahu apa yang harus dituliskan di cincin. Bunyinya: This too shall pass. Ini pun akan berlalu. Orang Arabmengatakan, Kulluhu maashy. Dalambahasa Ibrani: Gam zeh yaavor. Dalamfrasa Turki: Bu da gecer. OrangYunani kuno: Panta rei. Al Quranmenyebutkan: Kullu man ‘alaiha faan.Tak ada apa pun dan siapa pun yang abadi. Semua akan berlalu dan berpisah darikita.

Meski tidak begitu paham apamaksud tulisan itu, raja tetap mengenakan cincin itu di jari manisnya.Aktivitas raja berlangsung seperti biasa, sampai suatu saat raja menghadapiproblem serius di lingkungan istana yang membuatnya tercenung sedih. Ketikamatanya tidak sengaja menatap tulisan di cincin itu, tiba-tiba sang raja pahamartinya. Hatinya menjadi tenang. Kesedihan dan kemarahannya turun. ”Masalah inipasti akan berlalu,” gumamnya.

Di lain kesempatan, rajamenghadiri pesta yang ingar-bingar. Berbagai kenikmatan hidup terhidang dan iaberpesta ria bersama keluarga dan para tamunya. Tiba-tiba seorang temantertarik dan memuji keindahan cincinnya. Mata sang raja menatap cincin dan,lagi-lagi, terbaca: This too shall pass.”Pesta kegembiraan ini pun tak lama lagiberlalu,” gumamnya.

Tak ada yang abadi. Panta rei. Semua mengalir bagaikan arussungai. Demikianlah gara-gara sebaris kalimat yang terukir di cincin itusuasana hati, pikiran, dan sikap raja jadi berubah.

Dia memahami dan berterimakasih pada tukang emas istana yang hidupnya terlihat tenang, bahagia, dandihormati banyak orang. Sang raja sadar karena tukang emas itu selalu beradadalam keseimbangan, ia mampu mengendalikan emosi dan pikiran baik di kala sukamaupun duka. Selalu meyakini bahwa suka dan duka adalah satu paket dalamkehidupan yang mesti disikapi dengan bijak dan tenang.

Sadar bahwa hidup tidakabadi, jabatan raja pun tak lama akan berlalu, maka dia berubah total menjadiraja yang adil, pemurah, dan penolong. ”Sebelum jatah umur ini pun berlalu,”kata raja pada dirinya, ”Saya mesti meninggalkan warisan buat rakyatku yangmembuat aku akan dikenang sebagai raja yang baik dan selalu melayani danmembela rakyat dari impitan kebodohan, kemiskinan dan ancaman kerajaan lain.Apa yang aku miliki adalah apa yang aku berikan kepada rakyatku. Apa yang akanaku bawa mati adalah apa yang aku wariskan buat rakyatku.”

Waktu Berjalan

Sebagaimana sang raja, sayapun dibuat tercenung dengan kalimat pendek di atas; This too shall pass. Tanpa disadari waktu senantiasa berjalan.Semenit yang lalu sudah teramat jauh dan tidak bisa diputar kembali. ”Kakimutidak akan bisa menginjak air yang sama di sebuah sungai,” kata Heraklitos.

Pantarei.Semuanya mengalir. Wal’ashri. Demi masa, Al Quran memperingatkan.Sungguh manusia dibuntuti bayang-bayang kerugian jika tidak mampu mengisiusianya dengan iman dan amal kebajikan yang keduanya akan menjadi sayappengantar perjalanan manusia untuk melanjutkan drama hidupnya setelah kematian.

Bagi para pejabat negararasanya perlu direnungkan dan dicerna dalam-dalam kalimat pendek di atas: ini pun akan berlalu. Jangan karena usiajabatan sangat pendek dan pasti berlalu kemudian bersikap mumpungisme dengankorupsi sesuka hati. Usia sebuah jabatan itu sangat pendek, sebuah peluang emasuntuk membantu dan melayani sebanyak mungkin masyarakat.

Apakah yang akan kuwariskandengan jabatan sesingkat ini? Kenangan dan penilaian apa yang tertanam di hatirakyat ketika aku purnatugas? Panta rei.
Yang jauh itu waktu yangtelah berlalu. Yang besar itu nafsu. Yang berat itu amanah. Yang ringan ituingkar janji. Yang abadi itu amal kebajikan. Yang paling pasti itu kematian. ●

bisnis rosululloh s.a.w

rahasia bisnis rosululloh s.a.w

Nih Ane Kasih wawasan baru, Setelah Membaca-baca Buku dapat ide untuk menulis Artikel Ini. Bertujuan untuk mengembalikan Akhlak Berbisnis di Indonesia yang sedang Sakit di Zaman ini. Dari ulah Kaum Kapitalisme Barat sehingga kita lupa akan Tuhan :sip:

Ini adalah Kisah RasulAllah Muhammad SAW yang selama masa Hidupnya pernah mengalami masa kejayaan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.

Apa saja Nilai warisan yang bisa kita Tiru dari Rasul yang bisa kita ikuti sebagai pengikutnya, Khususnya untuk seorang Hambanya yang menjadi Pengusaha sebagai Orang yang mencari Nafkah. :sip:

Semasa Mudanya RasulAllah ini Sudah berkenalan dengan Bisnis dari Usia Dini, Dimulai dari menggembala Kambing. Lalu Bisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannyaAbu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang ( Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).

Mau, tau Rahasia-rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Hebat Itu. Hingga sekarang Masih di Gunakan dengan Prinsip-prinsip Bisnis Modern di Dunia saat ini. Dan juga mengajarkan kita sebagai Umat Muslim untuk menjadi seorang Enterprenur Sejati dan Berakhlak Sebagai Makhluk Allah SWT. Dan menjauhkan Bisnis Kita hanya dari Keuntungan Semata (KAPITALISME).…

Ini Adalah Rahasia-rahasia berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW :

Cara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnisnya

1. Jujur di dalam Bisnisnya, Kejuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.
2. Berprinsip pada nilai Illahi, Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).
3. Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab, Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.
4. Bertanggung Jawab, Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.
5. Keadilan dan Keseimbangan, Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)
6. Tidak hanya mengejar keuntungan, dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.
7. Berniat baik di Bisnisnya, berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.
8. Berani mewujudkan Mimpi, RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.
9. Branding/Menjaga nama baik, RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini,Tirulah… :sip:

Cara Merintis Bisnis

1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya…
2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas
3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.
4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
5. Berusaha Menjadi Trend Center
6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.
7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
9. Belajar menguasai pasar, Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua. Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada. :)
10. Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
11. Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
12. Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya

Cara Menjalankan Bisnisnya

1. Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”
2. Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner
3. Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)
4. Bekerja dengan Prioritas
5. Tidak melakukan Monopoli
6. Selalu berusaha dan Tawakal
7. Tepat Waktu
8. Berani ambil Resiko
9. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).
10. Profesional di Bisnis yang Di kelolannya
11. Selalu Bersyukur di Segala Kondisi
12. Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal
13. Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis
14. Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).
15. Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)
16. Rajin Bersedekah

Cara memasarkan Produk

1. Memasarkan Produk yang Halal dan Suci
2. Tidak melakukan Sumpah Palsu,
3. Tidak merpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik
4. Melakukan timbangan dengan benar
5. Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda ” Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)
6. Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.
7. Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)
8. Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)
9. Networking (Jejaring) di wilayah lain
10. Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)
11. Tidak mengambil Untung yang berlebihan
12. Mengutamakan penawar pertama
13. Menawar dengan harga yang di inginkan
14. Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)
15. Menjaga Kepercayaan pelanggan
16. Mewujudkan Win-Win Solution
17. Barang Niaga harus bermutu, Murah, Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas
18. Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan
19. Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)

Cara berhubungan dengan Karyawan

1. Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak memilih-milih karyawan Istimewa semua sama.
2. Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan seperti Tuan dan Budak.
3. Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya
4. Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering
5. Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya
6. Karyawan di Wajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya
7. Sering memberikan Bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok

Contoh di Atas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat Suri tauladan Rasul Allah Muhammad SAW yang bisa kita Contoh dalam membangun Kerajaan Bisnis Kita, jauh lebih Sukses, berakhlak dan membantu terhadap sesamanya.

Wah Ane dah… capek nih nulisnya… tapi Semangat… Mudah-mudahan bermanfaat

Selasa, 20 Agustus 2013

doa untuk mesir

دعاء مصر

مشاري راشد العفاسي

يا مِصْرُ كَرَّمكِ الذي

أعلاكِ في الذِّكْرِ المُبينْ

وَدَعا العِبادَ لِيَدْخُلوا

مِنْ كُلِّ بابٍ آمنينْ

يا ربِّ صُنها وارْعَها

وأَدِمْ عُلاها يا مَتينْ

واكتُبْ لها رَغَداً وأمناً

يا إلهَ العالمينْ

***

نَجَّيتَ يا رحمنُ موسَى

في غَيابَةِ يَمِّها

وَرَفَعْتَ يوسُفَ في المَلا

وَجَعَلْتَهُ في حُكْمِها

فاكشفْ إلَهِيَ غُمّةَ

الضرّاءِ عنها واحْمِها

واحفَظْ ونَجِّ شَبابَها

مِنْ حيثُ تُنجي الصّالحين

***

وَقَفَتْ بكلِّ جِراحها

هبَّتْ تنادي للفلاحْ

فافتحْ لها بالخير فتحاً

واشْفِ يا ربِّ الجِراحْ

واجمَعْ قلوبَ المؤمنين

على المَحَبَّةِ والسماحْ

يا رَبِّ ألِّفْ بينَهُمْ

وَأَجبْ دُعاهُمْ يا مُعينْ

***

يا حَيُّ يا قَيُّومُ يا

مَلِكَ السماواتِ الشِّدادْ

أصْلِحْ نُفُوسَ شَبابِها

أَبْرِمْ لَهُمْ أَمْرَ الرشادْ

وإلى ضِفافِ الأمْنِ والإيمانِ

وَفِّقْ بالسَّدادْ

وعلى المَحَبّةِ والهُدى

سَدِّدْ خُطاهُمْ أجمعينْ

kisah pemuda yang.....

Pendek. Jelek. Hitam. Tidak berharta. Julaibib namanya. Namun dia adalah seorang sahabat Rasulullah yang mulia. Sangat malu dan minder ketika tiba-tiba Rasulullah menawarinya untuk menikah. Karena tahu diri. Namun Rasulullah menenangkannya.
Hingga suatu ketika, bertemulah Rasulullah dengan salah seorang sahabatnya. “Aku ingin meminang puterimu.” kata Rasulullah.
Sahabat itu sangat bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika puterinya menjadi istri Nabi. “Baiklah wahai Rasulullah, ini merupakan sebuah penghormatan bagi kami.” jawab sahabat itu dengan sangat riang.
“Bukan untukku. Tapi untuk Julaibib.” kata Nabi.
“Julaibib??? Julaibib???” katanya dengan kaget. Wajahnya berubah. Tidak lagi ceria seperti sebelumnya. “Namun aku harus bermusyawarah dulu dengan ibunya.” Lanjutnya.
“Julaibib??? Julaibib???” kata sang istri terkejut saat mendengar berita dari suaminya. Terbayang dengan jelas dalam benak wanita itu sosok lelaki yang pendek. Jelek. Hitam. Dan tidak berharta. Dia yang akan menjadi menantunya nanti. Apa kata orang-orang, pikirnya.
Putrinya yang menyimak percakapan kedua orang tuanya dari bilik kamar segera keluar. “Ayah, ibu, bagaimana mungkin engkau menolak pilihan Rasulullah? Bukankah Allah berfirman, Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka?” jelas gadis itu. “Ayah, ibu, aku akan menikah dengan laki-laki pilihan Nabi?” lanjutnya tegas.
Merekapun menikah. Hingga suatu pagi, datang seruan untuk berjihad. Melawan kaum musyrikin di medan Uhud. Julaibib mendengar seruan itu. Iapun memenuhi panggilan Rasulullah saw. untuk pergi berjihad.
Selesai perang Uhud, Rasulullah mengumpulkan para sahabatnya. “Kalian kehilangan siapa hari ini?” tanya Rasulullah. Ada sahabat yang menjawab, “Kami kehilangan Hamzah!” Ada yang berkata, “Kami kehilangan Mush’ab!” Yang lain berkata, “Kami kehilangan Yaman!” Ada pula yang mengatakan, “Kami kehilangan ‘Amr bin Jamuh!”
“Namun, aku kehilangan Julaibib! Carilah Julaibib sekarang!” kata Rasulullah. Para sahabat mencari Julaibib. Hingga akhirnya Julaibib ditemukan meninggal dunia diantara tujuh orang musyrikin. Para sahabat mengabarkan kepada Rasulullah, bahwa Julaibib meninggal diantara tujuh orang musyrikin. Dia membunuh tujuh orang musyrikin, kemudian dirinya terbunuh. Meninggal sebagai syuhada’.
“Dia adalah bagian dariku, dan aku bagian darinya! Dia adalah bagian dariku, dan aku bagian darinya! Dia adalah bagian dariku, dan aku bagian darinya!” kata Ra-sulullah menanggapi kabar kematian Julaibib.
Seberuntung Julaibib mendapatkan bidadari. Tak disangka, tak diduga, Rasulullah meminangkan untuknya seorang wanita yang cantik, kaya, dan berkelas. Asyiknya lagi ketika wanita itu menerima lamaran Rasulullah, tanpa berat hati. Padahal dia sangat tahu seperti apa lelaki calon pendamping hidupnya. Julaibib. Ya, ‘hanya’ Julaibib.
Namun wanita itu sangat percaya, seperti apapun fisik Julaibib, dia adalah lelaki yang direkomendasikan Rasulullah. Pasti berkualitas. Pasti hebat. Pasti lelaki sejati. Keimanan yang luar biasa. Apapun yang dipilihkan oleh Allah dan Rasul-Nya, itu pasti yang terbaik.
Dan ternyata benar. Boleh tampang pas-pasan, tapi kualitas berani diadu. Kualitas agama Julaibib tidak sesederhana penampilannya. Sangat luar biasa. Te-baca dari dialognya bersama Rasulullah saw. saat ditawari untuk menikah. Julaibib berkata, “Wahai Rasulullah, aku ini lelaki yang tidak laku.” Namun Rasulullah saw. segera menjawab, “Tapi kamu di sisi Allah laku.”
Keimanan dan loyalitas Julaibib kepada Islam setelah menikah kembali diuji. Kali ini sangat membingunkan. Diajak Rasulullah saw. pergi berjihad ke medan Uhud. Tak bisa dibayangkan tentunya, jejaka yang telah lama merindukan untuk menikah, akhirnya bisa menikah, namun datang seruan untuk berperang. Bingung, itu manusiawi. Belumlah habis menikmati madu kebersamaan dengan sang istri, kini laga jihad telah menanti.
Bersenang-senang dengan wanita yang telah lama didambakan? Atau ikut berperang bertaruh nyawa? Tarikan duniawi sangat kuat, namun ketika orientasi akhirat lebih kuat maka urusan agama tetap diunggulkan.
Disinilah istimewanya Julaibib. Meskipun telah menikah, namun urusan agama tetap diprioritaskan. Perintah Allah dan Rasulullah tetap nomor satu, tidak tergantikan. Iapun membeli senjata, kuda dan pakaian perang, lalu ikut bersama pasukan Rasulullah ke padang Uhud. Tanpa berat hati. Dengan penuh keikhlasan. Dan yakin akan janji Allah kepada keluarga orang yang beriman. Sesunggunya, nilai mahal manusia ada pada ketakwaannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa diantara kalian.” (QS. al-Hujurat: 13)
Oleh sebab itu, agama harus menjadi barometer utama dalam memilih pasangan. Silahkan menetapkan kriteria yang banyak sekalipun, namun tetap jadikan kualitas agama sebagai kriteria yang diutamakan diatas yang lainnya. Jangan terpedaya dengan tampilan, karena itu bukan jaminan. Karena tampilan yang kita miliki adalah takdir, sedangkan kualitas agama adalah hasil dari proses setiap orang yang tidak semua mampu mendapatkannya.
Dari Abu Hurairah ra. berkata, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Boleh jadi, orang yang tidak menarik dan selalu ditolak (tidak laku), namun sekali berdoa maka Allah langsung perkenankan doanya.” (HR. Muslim, no. 2622, 4/2024).
Pantaslah jika kemudian Allah mengkaruniakan bidadari di dunia kepada Julaibib.

kisah menarik buar orang tua

Kisah Ibu pencetak 10 hafidz qur’an

Kisah Ibu Pencetak 10 Hafidz Quran

Eits…Anda gak salah ketika melihat judul ini, dan kisah ini pun bukan sekedar cerita dongeng belaka dari negeri antah berantah, karena ternyata memang ada seorang ibu yang mampu mendidik kesepuluh anaknya (bukan anak ke-sepuluh yah :D ) menjadi hafidz quran..! Subhanallah ya, sesuatu..! Yuk, kita simak kisahnya berikut ini :

Ibu para hafidz. Itulah julukan yang layak disematkan kepada Hj Wirianingsih. Betapa tidak, ia berhasil mencetak ke-10 buah hatinya menjadi penghapal Al Quran.Al Quran, bagi Wirianingsih dan keluarganya, adalah kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah prinsip dasar yang dipegang teguh pasangan Mutammimul ‘Ula – Wirianingsih dalam mendidik buah hatinya. Muslimah kelahiran Jakarta, 11 September 1962 itu, mengaku sedari kecil sudah sangat akrab dengan ayat-ayat Al Quran. Ia lalu mengajarkan hal serupa kepada buah hatinya.

Wirianingsih mengenalkan Al Quran, sebagai pegangan hidup, kepada buah hatinya sejak dini. Menurutnya, pengenalan nilai Al Quran memang harus diberikan kepada anak-anak, sejak masih kecil. Sebab dengan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Kitab Suci, akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al Quran hingga mereka menginjak dewasa.

Beberapa metode pengajaran Al Quran mereka terapkan. Antara lain, pengajian rutin Al Quran seusai Maghrib, membiasakan shalat Subuh di masjid yang dilanjutkan dengan aktivitas hafalan Al Quran, membiasakan membaca buku, serta berbagai kegiatan lainnya. Selain mendapatkan pendidikan langsung dari kedua orangtua, anak-anak juga menimba pendidikan di pesantren tahfidz. Sehingga tidaklah mengherankan, jika dalam waktu tidak terlalu lama, mereka sudah mampu menghafal Al Quran.

Inilah Prestasi Buah Hati Mereka:


▪ Afzalurrahman, 21 thn, smst 6 Teknik Geofisika ITB, hafal Al Qur’an sejak usia 13 thn. Sekarang masuk dalam program PPSDMS, ketua Pembina Majelis Taklim Salman ITB, terpilih peserta Pertamina Youth Programme 2007 dari ITB.
▪ Faris Jihady Hanifa, 20 thn, smst 4 Fak Syariah LIPIA, hafal Al Qur’an sejak usia 10 thn. Juara 1 lomba tahfidz Al Qur’an 30 Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi di Jakarta 2003, juara 1 lomba olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ 2004.
▪ Maryam Qonitat, 18 thn, smst 2 Fak Ushuludin Universitas AL Azhar Cairo, hafal Al Qur’an usia 16 thn. Pelajar teladan/lulusan terbaik Husnul Khotimah 2006.
▪ Scientia Afifah, 17thn, kelas 3 SMU 28, hafal 10 Juz Al Qur’an, juara mengarang tkt SD se-Kab Bogor 2000, Pelajar Teladan, lulusan terbaik MTS Al Hikmah 2004.
▪ Ahmad Rosikh Ilmi, 15 thn, kelas 1 MA Khusnul Khotimah, baru hafal 6 juz, Pelajar Teladan SDIT Al Hikmah thn 2002, lulusan terbaik MTs Al Kahfi 2006.
▪ Ismail Ghulam Halim, 13 thn, kelas 2 MTs Al Kahfi, baru hafal 8 juz, Juara Olimpiade IPA tkt SD Jaksel 2003, meraih 4 penghargaan Al Kahfi 2006 (tahfiz terbaik, santri favorit, santri teladan, juara umum) ketua OSIS Pesantren Al Kahfi .
▪ Yusuf Zain Hakim ,12 thn, kls 1 Mts Al Kahfi, hafal 5 juz. rangking 1 dikelasnya.
▪ Muh Saihul Basyir, 11 thn, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 juz.
▪ Hadi Sabila Rosyad, 9 thn, kelas 4 SDIT Al HIkmah, hafal 2 Juz.
▪ Himmaty Musyassarah, 7 thn, hafal 1 juz.
▪ Hasna, wafat usia 3thn 7 bln.

Inilah Rahasia Mereka Dalam Mendidik Keluarga:

▪ Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin yang ditanamkan dalam keluarga bahwa Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.
▪ Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah.
▪ Keberhasilan pendidikan anak adalah hasil integrasi kedua orang tuanya, bukan dari ibu saja. Malah sebenarnya lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu. Contoh ayah idaman dalam Al Quran = Luqman.
▪ Suami yang membangun visi keluarga dan istri yang mengisi kerangka visi itu. Sejarah mencatat, orang-orang shalih dibentuk oleh ayah yang mengerti akan perannya dalam mendidik anak.
▪ Keluarga ini memiliki perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikan, diantaranya: perhatian dari A-Z, potong kuku, bersihkan telinga, dll. File-file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dll. Kekayaan keluarga adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak ke toko buku, dan ada perpustakaan dengan 4000 buku di rumah.
▪ Visi yang ada di kepala adalah anak-anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran. Sehingga hal-hal yang dilakukan antara lain:
1) Kelliling jawa dan madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di kudus. Walau orang mencibir untuk apa menjadi hafidz quran dan menitipkan anak di pesantren.
2) Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi.
3) Setiap hari diperdengarkan murottal.
4) Sang ibu mengajar sendiri dengan metode Qiroati.
▪ Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga, “Bu kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita harus sudah tidur, orang lain tidur kita sudah harus bangun. Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita…” ▪ 3 fase interaksi dengan anak menurut Imam Ali.
1) 7 tahun pertama = perlakukan dia seperti raja – masa pembentukan tumbuh kembang otak dan menyerap informasi.
2) 7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan — masa penanaman sikap, disiplin, disiplin, dan disiplin.
3) 7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat.
▪ Para pakar mengatakan 7 sd 12 adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.
▪ Rasul menyuruh shalat di usia 7 tahun, dan bila sampai 10 tahun belum shalat maka pukullah ia.
▪ Setiap menjelang tidur, ibu selalu menceritakan kisah-kisah para nabi dan rasul.
▪ Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al Quran bagi 11 anak.
▪ Ba’da maghrib dan ba’da subuh adalah waktu interaksi dengan Al-Quran. Ba’da subuh muraja’ah, ba’da maghrib hafalan.
▪ Penghargaan yang tulus atas usaha anak “Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari…”
▪ Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh.
▪ Tidak lupa membangun dakwah di keluarga besar. Saat kedua orang tua all out di luar rumah, keluarga besar-lah yang terlibat mengawasi anak-anak. Caranya, rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka.
▪ Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol.
▪ Memagari anak-anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak-anak kapan saat menonton TV (jam berapa, film apa, berapa jam, dll) dan ada hukuman bila dilanggar (pelanggaran pertama, dilarang stel tv selama 3 hari, pelanggaan kedua, dilarang stel tv selama seminggu, pelanggaran ketiga, tv diletakkan di atas lemari saja) aturan berlaku termasuk untuk orang tua. Terkadang diingatkan, ” Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu…

Senin, 19 Agustus 2013

kisah menarik



Menarik sekali berbicara mengenai kelebihan orang yang merupakan anugerah dari Allah Swt. Muhammad Aufa Aulia. Usianya baru 17 tahun, tapi sudah mampu menjadi penghafal Qur’an. Pertama melihat wajahnya, pemuda yang kerap disapa Aufa ini terlihat sangat cerah dan bersinar, teduh dipandang mata. Tak salah bila ia adalah penghafal Qur’an. Ketika mulai memberikan kisahnya di depan para peserta dauroh, suaranya dan logatnya masih khas remaja, dan ternyata dia juga pandai memberi humor di sela-sela obrolannya. Dia bercerita bagaimana ia bisa tertarik menghafal Al-Qur’an, dan berbagi tips menjaga hafalan.
Awal ketertarikannya terhadap tahfidzul Qur’an dikarenakan orang tuanya tiap ba’da isya mengadakan ta’lim rumah, mengkaji Islam, menceritakan siroh nabi kepada seluruh anggota keluarganya termasuk adik bungsu yang basih beberapa bulan juga diikutsertakan. Alasan kedua adalah ketika bersekolah di SDIT Nur Hidayah diharuskan menghafal sedikitnya 2 juz, dalam hal ini Aufa menyebutkan nama Pak Mulyadi dan Pak Bahruni sebgai pembimbing hafalan ketika SD, dan beliau berdua memang sebagai guru Qur’an di SDIT Nur Hidayah sampai saat ini. Kemudian berkat ketekunannya ia diikutkan lomba-lomba tartil.
 
Mengenai cita-citanya menjadi hafidz Qur’an, sangat mencengangkan bagi saya, karena yang memotivasinya adalah keinginannya untuk memuliakan orang tuanya. Ia pernah mebaca hadits yang menjelaskan bahwa jika ada anak yang hafal Qur’an maka ia bisa memberi syafaat pada keluarganya ketika di akhirat nanti, dan dapat memberi mahkota kemuliaan kepada kedua orang tua yang pada hadits tersebut dijelaskan bahwa sinar mahkota itu melebihi terangnya sinar mentari yang dimasukkan alam ruangan, “Betapa terangnya” ujarnya di depan para hadirin. Ucapannya ini membuat saya berdecak kagum.
Apa saja kiat menghafal Al-Qur’an dari Aufa?
1.      Meninggalkan maksiat pada Allah. Aufa percaya, dengan maksiat pada Nya dapat mengurangi kualitas hafalan yang dikuasai.
2.      Menjaga wudhu. Ia terinspirasi kisah dari sahabat Rasulullah saw yaitu bilal, bahwasanya ada sahabat bermimpi akan masuk surga, kemudian ia melihat di sana sudah ada sandal Bilal di depannya. Kemudian ia bertanya pada Rasulullah saw, amalan apakah yang menjadikannya begitu. Kata Rasul karena ia menjaga wudhu.
3.      Membacanya ketika sholat. Ayat yang kita hafalkan akan lebih cepat terjaga jika sering dibaca dalam sholat.
4.      Menghafal di waktu yang fresh. Waktu ini berbeda-beda pada tiap orang. Aufa menemukan waktu segarnya adalah ba’da ashar, karena ia lepas tidur siang dan tiada merasa mengantuk.
Lalu bagaimana kalau sudah hafal? Aufa kembali memberi tips:
1.      Ziyadah (menambah hafalan baru). Akan tetapi jangan sampai kita melupakan hafalan kita sebelumnya karena Allah murka.
2.      Murojaah, target
3.      Mengamalkannya
Selanjutnya, bagaimana perasaan setelah menjadi hafidz Qur’an? Bahagia, bersyukur ya pastinya. Aufa merampungkan hafalannya selama tiga tahun di Pondok Nurul Wahdah, Sragen. Pada 11 Oktober 2011. Ia sangat bersyukur, akan tetapi ketika wisuda khataman ia sangat sedih ketika satu per satu nama santri dipanggil beserta orang tuanya, namun saat itu ia hanya tertunduk dan berusaha tegar karena saat itu ayahnya sedang ke Australia untuk studi, dan acara itu hanya dihadiri laki-laki, jadi ibunya pun tidak dapat mewakili. Awalnya ketika harus belajar sekaligus menghafal Qur’an di pondok adalah keputusan bersama yang cukup berat dihadapi karena harus jauh dari keluarga. Namun, orang tua selalu memberi semangat, menjenguknya tiap bulan dengan mengirimkan banyak makanan, dan menjanjikan Aufa berlibur ke Australia jika sudah hafidz.
Ia pun bersaing hebat dengan temannya untuk bisa lebih cepat hafal. Persaingan pun dimenangkan Aufa dengan mendapat hafalan yang lebih banyak dari temannya itu. Kini Aufa sudah kelas XI SMA di SMA Ibnu Abbas Klaten. Tapi, kini ia dilema karena harus memilih hadiah yang ditawarkan orang tuanya, apakah ke Australia untuk menghadiri wisuda pendidikan ayahnya, atau ke tanah suci untuk melaksanakan  ibadah umroh. “Wah, maunya sih dua-duanya, tapi ayah bilang harus salah satu”, ujarnya diiringi tawa hadirin.
Setiap usaha memang butuh kesabaran, walaupun pahit tetapi akan berakhir manis. Sayangnya waktu sudah masuk sholat dzuhur sehingga tidak dibuka sesi tanya jawab. Semoga akan terus ada Aufa-Aufa selanjutnya yang bercita-cita dan mampu menjadi hafidz Qur’an, termasuk saya dan yang membaca tulisan saya ini. Amiin

Jumat, 16 Agustus 2013

hohoho....

::: Biarkan Cinta Itu Bermuara
Dengan Sendirinya :::
Kenapa tak pernah kau tambatkan
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu
pelabuhan tenang yang mau
menerima kehadiran kapalmu!
Kalau dulu memang pernah ada satu
pelabuhan kecil, yang kemudian
harus kau lupakan, mengapa tak kau
cari pelabuhan lain, yang akan
memberikan rasa damai yang lebih?
Seandainya kau mau, buka tirai di
sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau
singgahi untuk selamanya, hingga
pelabuhan itu jadi rumahmu, rumah
dan pelabuhan hatimu
Adakalanya kita begitu yakin bahwa
kehadiran seseorang akan memberi
sejuta makna bagi isi jiwa.
Sehingga...
Saat seseorang itu pun hilang begitu
saja...
Masih ada setangkup harapan agar
dia kembali...
Walaupun ada kata2 dan sikapnya
yang menyakitkan hati...
Akan selalu ada beribu kata maaf
untuknya...
Masih ada beribu penantian walau
tak pasti...
Masih ada segumpal keyakinan
bahwa dialah jodoh yg dicari
sehingga menutup pintu hati dan
sanubari untuk yang lain.
Sementara dia yang jauh disana
mungkin sama sekali tak pernah
memikirkannya.
Haruskah mengorbankan diri demi
hal yang sia-sia???
Masih ada sejuta asa, sejuta makna,
dan masih ada pijar bintang &
mentari yang akan selalu bercahaya
di lubuk jiwa dengan bermakna dan
bermanfaat bagi sesama...
Biarkan cinta itu bermuara dengan
sendirinya...
Disaat yang tepat...
Dengan seseorang yang tepat...
Dan pilihan yang tepat...
Hanya dari Allah SWT disaat
dihalalkannya dua manusia untuk
bersatu dalam ikatan pernikahan
yang barokah...

Kamis, 08 Agustus 2013

BELAJAR MENGETIK

Cara Mengetik Bahasa Arab dan Cara Memberi Harakat


A.    CARA MENULIS ARAB DI MS WORD 2007
Kita mungkin sering kesulitan ketika kita mendapatkan tugas yang mana didalamnya terdapat bahasa arab yang harus kita tulis. Mungkin bagi orang yang sudah terbiasa menulis memakai berbagai macam bahasa itu adalah hal yang sudah biasa bagi mereka, tapi bagi yang belum terbiasa hal ini adalah suatu hal yang merepotkan.
Bagi yang belum terbiasa menulis dengan memakai bahasa arab atau bahasa yang lainnya, anda tidak perlu resah, karena saya berusaha untuk salaing berbagi pengetahuan dengan dengan anda tentang bagaimana mengetik menggunakan bahasa arab.
            Ada beberapa langkah yang harus kita lalui (klo kita terus berusaha tidak ada kata yang sulit) untuk menggunakan atau mengetik dengan menggunaan bahasa arab, apa saja langkah-langkah yang harus dikerjakan...? berikut langkah-langkahnya:
1.     Rubahlah languge keyboard anda (dari English ke Arab). Untuk mengubah keyboard dari English (Indonesia) ke Arabic bisa kita lakukan dengan cara menekan tombol Alt +Shift  pada keyboard. Atau kita rubah dengan mouse, anda klik tulisan EN (English) yang ada di pojok kanan bawah, hingga muncul pilihan AR (Arabic). Kemudian klik AR, maka secara otomatis bahasa yang anda gunakan berubah menjadi bahasa Arab.
seperti gambar berikut:
2.      Pada tandah panah tersebut gantilah dengan AR untuk ketikab arab, dan EN untuk tulisan latin.
3.      ketikan arab akan dimulai dari sebelah kiri sesaui dengan bahasa sebelumnya (EN):
 

4.      Agar ketikan arab menjadi dari sebelah kanan maka tekanlah tombol Ctrl + Shift pada keyboard disebelah kanan dan jika ingin mengembalikan ketikan dari sebelah kiri maka tekanlah tombol Crtl + Shift pada keyboard yang ada di sebelah kiri, akan tampak seperti gambar berikut:

5.      Agar tulisan arab menjadi bagus gunakanlah fotn arab : me_quran, PDMS_saleem atau Urdu nash Unic.
 Munkin anda akan bertanya bagaimana menulis bahasa arab padahal dikeyboard tidak ada huruf arabnya. Jika  anda belum menamabahkan huruf arab pada keyboard anda, maka anda tidak perlu hawatir, karena anda bisa memakai On-Secreen Keyboard. Seperti gambar dibawah ini:
 
Bagaimana menampilkan On-Secreen Keyboard..?
1.      Klik menu Start dipojok kiri.
2.      Pilih Al Programs.
3.      Kemudian klik Accessories.
4.      Dan klik Ease Of Access.
5.      Terahir klik On-Secreen Keyboard. Maka dilayar monitor komputer anda akan muncul keybord seperti yang ada dimeja kerja anda.
6.     Setelah on-secreen keybard tampil, rubahlah bahasa komputer anda menjadi bahasa Arab sehingga huruf yang terdapat pada on-secreen keybard juga akan berubah.
B.     CARA MENAMBAHKAN HARAKAT
Untuk memberi harakat pada tulisan yang kita ketik, kita dapat menggukanakan tombol -berikut:
Shift + Q         : Fathah
Shift + A         : Kasrah
Shift + E         : Dammah
Shift + W        : Fathah tanwin
Shift + R         : Dammah tanwin
Shift + S         : Kasrah tanwin
Shift + X         : Sukun
Shift + ~          : Tasdid
Pemberian harakat ini dapat kita letakkan pada saat kita mengetik, dengan cara mengetik satu huruf lalu tekan tombol seperti di atas untuk  memberi harakat dan seterusnya. Atau memberi harakat ketika sudah selesai mengetik kalimat dengan sempurna secara keseluruhan kemudian kita beri harakat satu persatu dengan menyesuaikan kursornya.
            Sekian dari saya semoga bermanfaat………..